Rabu, 02 September 2009

Receh Untuk Pengemis

Puji Astuti
Komisariat Ekonomi
Cabang Sleman

Receh untuk Pengemis

Menurut Antonoi Gramsci, intelektual organik merupakan intelektual yang bisa menjalankan fungsi-fungsi intelektualnya dengan menyatu dan berjuang bersama rakyat jelata (grassroot).
Bagi pengguna sepeda motor yang sering melewati perempatan mBarek, tetulah tahu bahwa di perempatan itu selalu ada orang yang meminta-minta. Entah dengan menyanyi, mengelap kendaraan, sampai menyewa bayi untuk meningkatkan belas kasikan pengguna jalan.
Suatu ketika penulis pernah menyaksikan polisi pamong praja menggerebek mereka. Beberapa hari kemudian, mereka tidak terlihat di tempat tersebut. Di satu sisi penulis merasa iba dengan mereka, tapi di sisi lain penulis melihatnya masih muda dan sebenarnya nasib mereka akan sejengkal lebih baik jika mereka mempunyai pola pikir yang tidak sama dengan saat ini. Saat ini mereka hanya berfikir bahwa mereka tidak bisa melakukan pekerjaan lain selain meminta kepada para pengguna jalan.
Dinas Sosial tentunya tidak tinggal diam terhadap para pengemis yang kena razia, mereka diberikan pelatihan. Tetapi yang terjadi setelah mereka dibebaskan adalah mereka kembali meminta-minta. Menutut mereka penghasilan menjadi pengemis lebih besar dibandingkan pekerjaan lain yang mereka bisa, misalnya menjadi buruh. Salah satu yang menentukan keputusan mereka untuk menjadi pengemis atau tidak adalah para pengmudi. Pengemudi menentukan besar kecilnya penghasilan pengemis. Makin banyak memberi akan makin banyak pengemis.
Pernahkan kita mendengar bagainmana nama ”Apple” untuk produk komputer bisa ditemukan? Apple memang berarti buah apel, ketika para pencetus Apple merintis usahanya, mereka miskin sampai hanya bisa makan apel. Dalah film Gie, digambarkan bahwa kehidupan etnis Cina tidak semakmur sekarang. Bahkan seorang wanita paruh baya pernah menceritakan bahwa ketika dia kecil tetangganya yang Tionghoa sarapan dengan bubur dan air rebusan ceker (ketika itu ceker gratis). Tidak mengherankan apabila mereka mempertahankan hartanya mati-matian, karena mereka mendapatkanya dengan susah payah. Betapapun usaha yang kita lakukan, tujuan kita tidak akan pernah terwujud tanpa ridho Allah SWT. Kita juga jangan lupa bahwa semua yang kita miliki di dunia ini adalah titipan Allah SWT, yang pada saat yang tidak kita duga akan diambil oleh pemilik.Nya.
Banyak orang bilang ingin kaya, tetapi apa yang mereka lakukan tidak mencernminkan cita-cita mereka. Suatu tujuan tidak akan tercapai tanpa usaha dan ketetapan hati. Ketetapan hati yang baik akan menjaga kita dari ketidakkonsistennan sedangkan usaha akan membantu cita-cita terwujud secara bertahap. Jika sudah berusaha dan memiliki ketetapan hati, maka kesabaran dan anti putus asalah yang membuat usaha kita tetap berlangsung sampai sekarang.
Adakah keinginan para pengemis untuk merubah nasib mereka? Kalau bukan sekarang lalu mau kaya kapan?

Rabu, 10 Juni 2009

Makrab HMI Komfak Ekonomi 20 Mei 2009

Makrab HMI Komfak Ekonomi 20 Mei 2009
Oleh: Puji Astuti


Keberangkatan
Sore itu sekitar pukul 17.00 aku berada di kampus sedang mengikuti kuliah metodologi Penelitian. Ketika itu kelompokku mendapat giliran presentasi. Ketika itu hujan mengalir cukup deras, sehingga teman-temanku di komisariat menunda keberangkatanya menuju rumah Mba Sita.
Seusai kuliah aku solat maghrib, seusai solat seorang sahabatku meminta diantar pulang, dialah Alifah. Aku merasa berdosa jika menolah permohonanya, kerena saat itu hujan. Mengantar Alifah membuatku merada lapar, kama makanlah aku. Karena merasa terlambat aku segera ke komisariat.
Waktu menjelang pukul 19.00, saat itu semua yang ingin ikut makrab sudah berkumpul (Roky, Randi, Lizam, Shinta, dan Puji), kami memulai perjalanan. Jalan di kota memang terasa ramai dan landai, namun setelah kota terlewat udara mulai terasa dingin dan jalan mulai menantang.

Rumah Mba Sita
Jalan yang berliku sudah terlewati, sekarang kami disambut dengan gerbang tinggi, kami memasukinya. Setelah mengetuk pintu terdekat, si empunya rumah mengatakan bahwa rumah Mba Sita bukan rumah itu, jadi kami harus jalam menuju rumah Mba Sita.
Ketika Mba Sita melihat kami, kami disambut dengan senyum dan canda. Dengan bergiliran kami memasukan motor ke rumah Mba Sita. Mba Sita mempersilahkan kami dudukdi ruang tamu, sembari menyediakan makanan dan camilan. Di tengah hangatnya suasana, ada orang yang iseng untuk mengajak solat. Solat isya telah dilaksanakan, mba Sita mengajak kami makan, aku memang rakus sudah makan malam masih makan lagi.
Usai makan kami memulai mengabrol di ruangan berkerpet sambil menonton televisi. Di tengah obrolan itu Mba Resty, Mas Wahyuni, dan Fanani hadir. Mulanya Lizam memulai dengan obrolan mengenai Emha. Dalam obrolan itu Pak Kom mengeluhkan ketidak aktifan sebagian awak kom. Dia merasa berat enjalaninya. Aku yakin dia bisa melihat sisi positifnya, Allah tidak akan memberi cobaan melebihi kemampuan hambanya. Menanggapi keluham Pak kom ada orang sok rajin yang mengatakan bahwa memang ada awak yang jarang berpartisipasi, tetapi masih ada awak yang merasa janggal apabila tidak menjalankan tugas komisariat.
Sekum menyatakan keluhanya terhadap anggota yang jarang bersosialisasi dengan anggota lainya. Dia sudah menyerah menghadapinya, tidak salah, mungkin kalau dia tetap tidak menyerah, keadaan akan bertambah buruk.
Kabid Kemuslimahan membandingkan HMI dengan organisasi lain. Dia menyampaikan bahwa hubungan laki-laki dan perempuan di HMI lebih bebas daripada organisasi yang dia maksud. Biarpun demikian, dia berusaha megerti keadaan ini.
Bendum mengeluhkan pengorbanan bensin yang harus dia alami untuk menjalankan tugas komisariat, hal itu tidak lain karena kalau dia berjalan dari tempat tinggalnya sampai komisariat bisa memakan waktu 6 jam. Keluhan bendum memunculkan ide untuk rapat di gubuknya.
Karena panjangnya obrolan waktu itu, kegiatan menonton film dibatalkan, kamipun istirahat. Untuk soal tidur laki-laki dan perempuan ada hijabnya. Begitu raga tersagar solat subuhdilaksanakan. Orang sekarang jaim ya, habis bangun tidur pakai cuci muka segala, baru makan.

Kaliurang
Pamitan telah dilaksanakan, kami memacu sepeda motor menuju Kaliurang, Telogo Putri Tujuan kami. Begitu dampai di gerbang, ternyata belum dibuka. Sebelum gerbang dibuka kami makan jadah tempe sambil berbincang. Kami mendaki sampai gardu pandang. Pak Kom pernah kesitu, kini giliranya menjadi guide. Jalan menuju gardu pandang agak rusak. Di tengah jalan kami bertemu pedagang ier minum, biarpun tidak membeli, seorang teman putri menyepanya, dialah Shinta. Sesampainya di gardu pandang, kami beristirahat (bukan tidur). Semua lelaki menaiki lantai atas gardi pandang, tak ada perempuan yang berani mencobanya. Merasa waktu berharga , kami beranjak untuk menuruni bukit. Sebelum jauh dari gardu pandang Pak Kom disadarkan bahwa tasnya ketinggalan. Diapun mengambil tasnya. Sesampainya di bawah kami berjumpa dengan monyet/ kera/ munyuk. Di tempat parkir kamipun mengumpulkan iuran intuk Mba Sita, Mba Sita memolaknya.

Kepulangan
Kami menuruni jalan Kaliurang manuju jogja, halan cukup lancar. Biarpun berliku aspalnya tertata dengan halus. Jalan itu mengantarkan kami ke peraduan masing-masing.
Have a Nice Memories

Kamis, 16 April 2009

ELASTISITAS PERMINTAAN TENAGA KERJA INDONESIA

EKONOMI SUMBEDAYA MANUSIA
ELASTISITAS PERMINTAAN TENAGA KERJA INDONESIA
Oleh
Nama : Puji Astuti
A. PENDAHULUAN
Indonesia adalah negara yang berpenduduk dukup banyak. Kepadatan penduduk yang tinggi tersebut bisa menjadi masalah bagi pemerintah atau bisa menjadi mesin pertumbuhan. Banyaknya jumlah penduduk Indonesia menyebabkan angkatan kerja Indonesia relatif besar jika dibandingkan dengan lapangan kerja yang tersedia. Angkatan kerja yang relatif besar tersebut menyebabkan persaingan yang tinggi antar angkatan kerja. Pada akhirnya hal ini akan menyebabkan pekerja rela dibayar dengan upah yang kurang mencukupi, asalkan bisa bekerja dan mendapatkan penghasilan. Kerelaan pekerja Indonesia untuk dibayar dengan upah yang rendah, merupakan suatu hal yang menarik bagi multi national company untuk menanamkan modalnya di Indonesia berupa pabrik. Di satu sisi perusahan mnc tersebut terlihat seperti malaikat yang menyelamatkan perekonomian Indonesia dengan meningkatkan aggregate income. Di sisi lain perusahaan mnc tersebut terlihat seperti setan yang memereh tenaga para pekerja. Kerelaan pekerja Indonesia untuk dibayar dengan upah yang rendah, menyebabkan perusahaan mnc membayar pekerja dengan upah rendah, biarpun barang yang dihasilkan dijual dengan harga yang sangat tinggi.
Paper ini bertujuan untuk memperhitungkan elastisitas permintaan tenaga kerja di Indonesia. Elastisitas permintaan tenaga kerja Indonesia dihitung dengan membandingkan upah rata-rata semua industri di Indonesia dengan jumlah pekerja di seluruh Indonesia. Paper ini bisa mengetahui seperti apa elastisitas permintaan tenaga kerja. Elastisitas permintaan tenaga kerja bisa menjadi bahan bacaan untuk menentukan upah seperti apa yang menguntungkan tenaga kerja.
B. DATA
Data yang digunakan dalam paper ini adalah data Population 15 Years of Age and Over Who Worked by Main Industry 2004, 2005, 2006, 2007 and 2008 (Terlampir) yang bersumber dari National Labour Force Survey 2004, 2005, 2006 and 2007(BPS); dan Rata-rata Upah Nominal per Bulan Buruh Industri di Bawah Mandor (Supervisor) , 2004-2006 (Terlampir) yang bersumber dari BPS. Untuk elastisitas tenaga kerja Indonesia data yang digunakan adalah data upah rata-rata Indonesia dan jumlah semua pekerja di Indonesia. Data yang digunakan adalah data rata-rata tahun 2004, 2005, dan 2006

C. RUMUS
The own wage elasticity of demand untuk kategori tenaga kerja diartikan sebagai pesentase perubahan employment (E) dengan pengaruh peningkatan satu persen wage rate (W)
ηii = %ΔE1 (4.1)
%ΔW1
Ekonomika tenaga kerja biasanya fokus pada apakah nilai absolute elastisitas tenaga kerja lebih besar atau kurang dari 1. jika lebih besar dari 1, satu persen peningkatan wages akan menyebabkan pengurangan employment lebih dapi 1 persen, sehingga kurva demand dikatakan elastis. Kebalikannya, nilai absolute yang kurang dari 1 menyebabkan kurva demand dikatakan inelastic: 1 persen peningkatan wages menyebabkan pengurangan employment yang lebih kecil.


D. PERHITUNGAN
Elastisitas permintaan tenaga kerja

2004 2005 2006
Employment 93.772.036 94.453.252,5 95.317.018,5

Δ2004-2005 Δ2005-2006
ΔEmployment 681.216,5 863.776

2004 2005 2006
Wage 842,13 919,78 1010,6

Δ 2004-2005 Δ 2005-2006
ΔWage 76,65 90,42

ηii = %ΔEi = ΔEi/ Ei =
%ΔWi ΔWi/ Wi

ηii2004 = 681.216,5/93.772.036 = 0,0076 = 0,0842
77,65/842,13 0,0922

ηii2005 = 863.776,5/94.453.252,5 = 0,0091 = 0,930
90,42/919,78 0,0983



E. KESIMPULAN
Elastisitas permintaan tenaga kerja Indonesia tahun 2004 dan 2005 lebih kecil dari satu, sehingga bisa dikatakan inelastic. Hal ini menunjukan bahwa peningkatan upah akan memberikan dampak pengangguran yang lebih kecil. Sehingga kebijakan pemerintah untuk meningkatkan upah minimum sudah benar. Karena efek pengangguran kecil.

Kamis, 02 April 2009

Batra Komfak Ekonomi Maret 2009

Batra Komfak Ekonomi Maret 2009

Oleh : Puji Astuti


Basic Training atau Latihan Kader I diselenggarakan olah HMI MPO Komfak Ekonomi pada Maret 2009, di desa Kronggahan. Di desa Kronggahan panitia Batra menyewa sebuah aula dengan dua kamar, satu kamar untuk putra dan satu kamar untuk putri. Acara Batra berlangsung selama tiga hari dua malam.

Sebelum acara pembukaan disesenggarakanlah Stadium General dengan pembicara Bapak Mashudi Muqorobin. Dalam Stadium General itu dijelaskan bahwa leader maker tidak kalah penting dengan leader itu sendiri. Tidak hanya itu beliau juga menceritakan sejarah HMI. Banyak yang memperkirakan bahwa HMI MPO paling lama bertahan satu tahun saja setelah pecahnya dengan DIPO. Ternyata HMI MPO tetap bertahan sampai sekarang.

Dalam Stadium General itu juga disampaikan bahwa HMI MPO menjadi leader maker ketika reformasi. Ketika itu Amien Rais memasuki lapangan tempat peserta demo berkumpul. Dengan serentak kader HMI MPO meneriakkan bahwa Amien Rais presiden reformasi, sehingga peserta demo lainnya ikut menyerukan bahwa Amien Rais presiden reformasi. Saat itu pula Amien Rais dikader sebagai Presiden reformasi. Padahal sebetulnya ada pihak lain yang merencanakan presiden reformasi yang lain.

Pada malam pertama Batra masyarakan menanyakan apakah panitia sudah mengurus ijin gangguan. Kemudian panitia mengkonfirmasi kepada pemilik rumah, karena panitia sudah menitipkan surat ijin kepada pemilik rumah untuk disampaikan kepada Ketua RT dan Ketua RW. Setelah pemilik rumah menyampaikan bahwa ijin sudah diurus oleh Ketua RT dan Ketua RW akhirnya masyarakat bisa mengerti.. pada malam itu penduduk sedang mendirikan tenda untuk acara Maulid Nabi, di depan SD Muhammadiyah Kronggahan.

Pagi harinya ketika acara makan pagi Randi membangunkan Roky untuk sarapan pagi. Randi membangunkan Roky dengan berteriak memanggil nama Roky dan menepuk-nepuk badan Roky. Tetapi Roky tetap sulit bangun. Sepertinya Roky bermimpi indah sehingga tidak merasa kalau dirinya titepuk-tepuk oleh Randi.

Pada malam kedua ditayangkanlah film mengenai eksploitasi buruh olah perusahaan garmen multinasional. Dalam film itu perusahaan garmen multinasional memberikan gaji, yang menurut mereka sesuai dengan upah minimum setempat. Namun upah tersebut sangan kecil jika dibandingkan dengan harga barang yang mereka hasilkan. Andaikan produk yang didasilkan laku sebesar Rp. 10.000.000 per unit, upah buruh per unit hanya Rp. 500. Ketika pesanan banyak buruh pabrik garmen bisa bekerja sempai 24 jam. Oleh karena upah yang menurut sebagian orang tidak layak, para buruh tinggal di rumah papan yang kumuh. . sampai-sampai pembuat film ini terkena penyakit karena virus karena harus tinggal di pemukiman buruh. Dalam film ini identitas buruh yang membantu pembuatan film dirahasiakan supaya keamanannya terjamin

Bukan hanya buruh dan peneliti saja yang terkejur mengetahui perbedaan harga produk per unit dengan upah butuk per unit produk, namun konsumen pun terkejut mengetahuinya. Salah satu cara melawan ketidakadilan ini adalah dengan pertanyaan konsumen tentang berapa upah burut untuk barang ini dan dimana produk ini dibuat. Dengan demikian perusahaan akan bisa mengkoreksi dirinya. Memang dengan aturan yang dibuat perusahaan selalu ada etika perusahaan terhadap buruh, namun hal ini tidak berlaku dalam prakter ketenaga kerjaan di Indonesia. Dalam kenyataanya ketika adal tim yang menilai hal tersebut para mandor telah menginstruksikan buruh untuk menjaga nama baik perusahaan. Dalam arti hanya mengatakan hal-hal baik saja tentang perusahaan. Para buruh akan mengatakan bahwa upah, jam kerja, dan kehidupan mereka baik; biarpun kenyatannya tidak demikian.

Pada akhir Batra kali ini ditutup dengan diskusi tentang buku yang berjudul “The True Power of Writing”, bersama sang penulis buku. Pada diskusi ini peserta diskusi dapat mengetahui bahwa menulis dapat menyembuhkan (penyakit-penyakit ringan) dan manfaat-manfaat melulis yang lainnya. [Puji Astuti]

Selasa, 24 Maret 2009

Student and Organization

Student and Organization

By Puji Astuti

Student is agent of change. This statement is not over. Dutch made government in Indonesia for about 350 years. This time education for Indonesian is very limited. So because Indonesian was not educated enough, Indonesian was not able to fight the Dutch government. When Dutch run the ethic politic that the policy is include the education and health for Indonesian people, some Indonesian person was educated for Dutch servant. But, some Indonesian person were study aboard in university level, such as: Soekarno and Soewardi Soeryaningrat. The educated Indonesian person was able to build Indonesia as a country.When Indonesian rezime was changing from Orde Baru into Orde Reformasi the university student were make their participation by making demonstration that make the change.

In our organization (HMI) leadership training is a necessary thing. In HMI leadership training or basic training we also can call in BATRA is an event that should done before university student joined HMI. In BATRA we are guided to think critic. By critic thinking the student can see deeper the issu in our environment. Although we should think critic we shoulh lister another argument, because the truth is relative.

Advantage of joining organization

Technical skill that we can accept from joining the organization is make the proposal, report, letter, meeting report, the way of meeting, and the way of discussing.

In an organization there are many working program that should be finished. Usually an organization make a seminar in their period. From making concept until the seminar realization usually there are many mistaken. Mistake is a fail if we see the mistaken from narrow view, but if we see the mistaken from learning process we can see that the mistake is a learning that make we more carefully in the future.

A chairman or a coordinator usually feel the difficult in managing human. Of course managing human is more difficult than managing thing. But, in managing human we can learn the human character that sometime is not acceptable in your mind. This condition need out patience and our tolerance. This condition is also make the lesson to face people in another time.

In the organization the ability of communicating to another person will be increased. To make an event usually we need another person from our organization or from outside our organization, such as speaker, catering, camp rental, sound system rental, etc. in communicating with them we can know how to build the relation. We will not meet this experience if we just study incampus and go home after that.

In joining the organization we can make relation to alumni. In HMI usually get funding from alumni, not just funding you can get the easy way in getting job.

Some causes why student lazy to join the organization

Now academic obligation is more heavy than when our parent were a university student. Now our presence minimal is 75%, when our parent were a university student they can absence as many an possible. Now we are obligated to finish our study before 7 years. If we can’t finish our study in 7 years we will be dropped out.

Now youth is prefer to join the organization that suitable with their hobby. So the club that prepare their hobby have many member, like a music club. Now idealism organization is not as popular as in the beginning freedom of our country. In the beginning freedom of our country President Soekarno gave many speech about nationality and idealism so the idealism organization became popular at the time.

Some youth is secular and hedonism. They see religion is only ritual and do their day without see their religion way. Secular person is difficult to join the religious organization. Hedonism person usually is not able to do the thing that not at their level. They are also difficult to joint with another person that not at their level.

Idealism organization usually has extreme idea that usually not accept by common people. Common people usually follow the government, without thinking why they think like that. Because of that common people are difficult to accept a new idea. Don’t forget the truth is relative.

How to Change

To change the youth condition is almost impossible. To change the trend, we should meke a new trend, but how good is your trend and how popular is your trend, the trend is not possible to change people idealism and principle.

I am absolutely not agree if idealism organization is change to accommodate the secular and hedonism people. I think idealism organization should keep on track their action and keep their idealism and principle. Idealism organization should introduce vision and mission of their organization as good as possible and show that our action is good. If another people know that our organization has good vision, mission, and action that is possible if another people are interested to join our organization.

Kebijakan Perdagangan Bebas yang Kurang Sesuai Bagi Indonesia

Tema : Memperkuat Karakteristik Intelektual Profetik dalam Melawan Meoliberalisme

Judul : Kebijakan Perdagangan Bebas yang Kurang Sesuai Bagi Indonesia

Oleh : Puji Astuti

Ketidakcocokan Perdagangan Bebas

Dalam anggapan perekonomian neoliberal, penerapan perdagangan bebas akan menyebabkan suatu negara better off secara keseluruhan. Andaikan ada dua negara Indonesia dan Jepang. Indonesia memiliki tenaga kerja yang berlimpah. Jepang memiliki SDM yang berlimpah untuk memproduksi mobil. Pada mulanya kedua Negara ini sama-sama memproduksi mobil dan pakaian. Karena tenaga kerja yang berlimpah maka industri garmen di Indonesia menjadi lebih efisien daripada industri mobil. Karena SDM penghasil mobil melimpah di Jepang maka industri mobil menjadi lebih efisien daripada industri garmen. Ketika kedua Negara ini melakukan perdagangan bebas maka pakaian produkasi Indonesia lebih murah daripada pakaian produksi Jepang. Mobil produksi Jepang menjadi lebih murah daripada mobil produksi Indonesia.

Dengan perdagangan bebas tanpa proteksi, industri mobil di Indonesia lama-kelamaan akan mati dan industri garmen di Indonesia lama-kelamaan akan berkembang pesat. Kebalikanya, industri garmen di Jepang lama-kelamaan akan mati dan industri mobil di Jepang lama-kelamaan akan berkembang pesat. Hal ini berlaku dengan asumsi: hanya ada dua Negara yaitu Jepang dan Indonesia, hidup hanya membutuhkan dua barang yaitu pakaian dan mobil, full specialization, ceteris paribus, dan rational expectation.

Banyak ahli ekonomi berpendapat bahwa negara seperti Inggris dan Amerika Serikat menjadi pemimpin ekonomi dunia karena komitmen mereka terhadap nasar bebas (Membongkar Mitos Neolib, Ha-Joon dan Ilene Grabel).

Pasar bebas menjanjikan menimnya campur tangan pemerintah dan para pemain perekonomian bebas mengambil keputusan sesuai dengan kebutuhan mereka. Jika demikian tentulah pemain perekonomian yang lebih berpengalaman akan mengalahkan pemain perekonomian yang kurang berpengalaman. Seperti induk buaya yang memakan anak singa di alam liar. Jika anak singa terlindungi bisa jadi dia kan lebih kuat daripada buaya.

Dalam ekonomi pembangunan ada teori yang membenarkan pemerintah untuk melindungi industri yang masih bayi di negaranya. Perlindungan tersebut akan dikurangi apabila indusrti tersebut menginjak fase remaja dan akan sangat minimal katika industri tersebut sudah menginjak fase dewasa dan dianggap mampu menghadapi lawannya.

Di abad ke-18, misalnya, Inggris memperkenalkan kebijakan mengurangi impor dan mendorong ekspor guna menantang supremasi industri Belanda dan Belgia. Kebijakan ini pula yang digunakan dengan sangat efektif oleh Jepang dan negara lainnya selama beberapa dekade pasca perang dunia II(Membongkar Mitos Neolib, Ha-Joon Chang dan Ilene Grabel).

Terlihat bahwa kebijakan pasar bebas tidak sesuai untuk semua negara. Perdagangan bebas cocok untuk negara maju yang telah bisa memangsa negara kecil. Negara kecil yang ikut beradu dengan megara maju dalam perdagangan bebas, tentulah akan dimangsa olah negara maju. Pada fase yang belum menungkinkan suatu negara menjadi peserta perdagangan bebas tentulah industri dalam negri perlu diproteksi oleh pemerinyah. Inggris saja melindungi prosusen dalam negrinya pada abad ke-18. jika inggris tidak memproteksi produsennya ketika itu, bisa saja Inggris tidak dapat bertahan dalam arus globalisasi saat ini.

Keberhasilan negara besar penganut neoliberalisme sangat menggiurkan para ekonom untuk menerapkan kebebasan pasar yang sama seperti negara besar tersebut. Padahal kondisi perekonomian Indonesia jauh lebih balita daripada Inggris dan Amerika. Sehingga saya pikir Indonesia masih perlu untuk melindungi industri dalam negrinya, dari serangan negara besar yang bisa mematikan beberapa industri di Indonesia. Contohnya, dengan masuknya sepatu impor yang lebih bergengsi daripada sepatu cibaduyut, industri sepatu di cibaduyut menjadi tidak se makmur tahun 80-an, baru-baru ini pemerintah mewajibkan sepatu buatan dalan nergi kepada pegawai negri. Kapan kebijakan ini meluas? Baik jenis barangnya maupun yang dikenai kewajiban. Aturan semacam ini bisa menimbulkan rasa bangga memiliki produk sendiri, dengan membutuhkan waktu yang sama seperti proses rakyat Indonesia bangga mengenakan produk impor. Keadaan perekonomian Indonesia yang berbeda perlu ditangani dengan rumus tersendiri yang tentunya bisa dipelajari dengan mengamati kondisi perekonomian Indonesia.

Gagalnya Asumsi Neoklasik

Ekonomi neoklasik/neoliberal bisa berjalan mulus dengan asunsi biaya transaksi nol, perilaku rasional, ada kompetisi, dan kelangkaan. Dalam dunia nyata kompetisi dan kelangkaan memang ada, namun perilaku masyarakat terkadang tidak rasional yang menyebabkan tingginya biaya transaksi. Jika perilaku aparat pemerintah rasional, tentulah mereka sadar bahwa pungli adalah sesuatu yang tidak layak dilaksanakan. Kenyataanya pungli tetap ada dimanapun dan menyebabkan masyarakat harus mengeluarkan biaya lebih daripada yang seharusnya.

Untuk memperkirakan perekonomian tanpa asumsi, tentulah sangan sulit. Kesulitan ini akan berkurang apabila para ekonom makin terbuka dengan dunia nyata dan mengerti bidang ilmu lain. Dengan mempelajari ilmu yang lain tentulah ekonom akan mampu mempelajari perekonomiandengan mengurangi asumsi yang dibuat oleh kaum neoliberal. Makin banyak asumsi maka kesimpulan makin jauh dari kenyataan, tetapi tanpa asumsi perekonomian tidak bisa dirumuskan. Andaikan seorang ekonom juga mempelajari pertanian maka ia akan bisa merumuskan kebijakan yang sesuai dengan pertanian. Menurut penulis mempelajari ilmu lain tidak akan cukup untuk merumuskan kebijakan ekonomi yang tepat. Ekonom sebaiknya melihat kenyataan, seperti apa perekonomian berjalan di Indonesia. Karena suatu kebijakan tidak akan berguna, atau melah merusak jika tidak dipraktekan pada waktu dan kondisi yang tepat. Akan ada ilmu baru dan pengembangan ilmu yang muncul dari mempelajari beberepa bidang ilmu dan melihat dunia nyata yang berjalan tanpa asumsi.

Pentingnya Nilai Islam

Kata profetik berarti berhubungan dengan kenabian atau ramalan, dalam kamus besar bahasa Indonesia edisi ke-2. intelektual profetik yaitu intelektual dengan basis berbagai disiplin ilmu pengetahuan yang berpihak pada kebenaran, dan mampu mengintegrasikan ilmu pengetahuandengan nilai-nilai islam (TOR). Ada pepatah arab yang diterjamahkan menjadi ”Carilah ilmu dari buaian sampai ke liang lahat”. Sebagai manusia tidaklah layak apabila kita merasa cukup pintar karena ilmu Allah SWT tidak akan selesai kita pelajari sampai kita mati. Kita belajar sesuai bidang ilmu kita yang makin lama makin dalam. Dengan bidang ilmu yang kita pelajari kita akan bisa menyuelesaikan permasalahan yang sesuai dengan ilmu yang kita pelajari. Terkadang masalah yang sesuai dengan bidang ilmu yang kita pelajari membutuhkan ilmu lain untuk menyelesaikanya. Suatu permasalahan dipengaruhi banyak hal, hal tersebut bisa ilmu yang kita ketahui atau ilmu lain yang tidak atau belum kita pelajari.

Dalam Al-Qur’an dan Hadist telah diterangkan banyak hal dan ilmu, yang datangnya dari Allah SWT. Itu adalah petunjuk jalan hidup manusia, untuk mendapatkan hasil yang terbaik dalam semua bidang kita telah diberi pedoman untuk mencapainya. Dengan Al-Qur’an dan Hadist kita bisa membedakan mana yang baik dan yang tidak baik. Sebagai contoh riba, hal itu dilarang dalam Islam, bahkan agama Nasrani dan Yahudi pun melarangnya. Namun, sepertinya para pemain di pasar saham tidak perduli akan hal tersebut.

QS An-Nisa, 29:
“Hai orang2 yg beriman, janganlah kamu memakan harta sesamamu dengan jalan bathil”.

Al Baqarah ayat 275

Artinya :

Orang-orang yang memakan riba, tiada berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan setan dengan sentuhan kepadanya; yang demikian itu karena mereka berkata, ”Sesungguhnya jual beli sama dengan riba; padahal Allah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba.” Maka barangsiapa menerima ajaran dari Tuhannya, lalu berhenti (melakukan riba) maka baginya apa yang telah lalu dan urusanya (terserah) kepada Allah. Barangsiapa kembali (melakukanya), mereka adalah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.

Yahudi

Kitab Levicitus (Imamat) pasal 25 ayat 36-37:

“ Janganlah engkau mengambil bunga uang atau riba darinya, melainka engkau harus takut akan Allahmu, supaya saudaramu bisa hidup di antaramu. Janganlah engkau memberi uangmu kepadanya dgn meminta bunga, juga makananmu janganlah kau berikan dengan meminta riba”

Nasrani

Lukas 6-34-35

Dan, jika engkau meminjamkan sesuatu kepada orang karena kamu berharap akan menerima sesuatu darinya, apakah jasamu? Orang2 berdosa pun meminjamkan kpd orang berdosa supaya mereka menerima kembali sama banyak. Tetapi kamu, kasihilah musuhmu dan berbuatlah baik kpd mereka dan pinjamkan dengan tidak mengharapkan balasan, maka upahmu akan besar dan kamu akan menjadi anak2 Tuhan Yang Maha Tinggi sebab Ia baik thd orang yg tidak tahu berterima kasih dan thd orang-orang jahat”.

Dalam ekonomi Amerika yang telah mempengaruhi perekonomian dunia, krisis perekonomian yang disebabkan oleh bubble economics. Awalnya disebabkan karena pejnualan saham sekunder yang harganya merosot. Misalkan, Mr. A mempunyai perusahaan computer yang membutuhkan tambahan modal untuk pengembangan software, kemudian menerbitkan saham. Saham tersebut seharga Rp. 10.000 per lembar, sebanyak 1.000 lembar. Mr. B membeli 1000 lembar, seharga Rp. 12.000.000. Mr. B menjual saham tersebut kepada Mr. C dengan harga Rp.15.000 per lembar, sehingga totalnya Rp. 15.000.000. Mr B mendapat capital gain sebesar Rp. 3.000.000. apa yang dibeli Mr. C adalah barang tenpa wujud dan termasuk riba Qard. Uang Rp. 3.000.000 tidak masuk ke kas perusahaan computer. Mr. C menjual kepada Mr. D sengan nilai

Rp. 16.0000.000. Tiba-tiba harga saham jatuh menjadi Rp. 5.000 dan Mr.D hanya bisa menjualnya dengan harga Rp. 5.000.000.

Hal ini menggambarkan pentingnya nilai-nilai Islam dalam ilmu yang kita miliki. Dari contoh diatas, pelanggaran satu macam hokum saja berakibat menderitanya Mr. D. dalam dunia nyata orang yang bernasib seperti Mr. D tidaklah sedikit. Dalam masalah krisis perekomonian ini ekonomi syariah menjadi solusi. Dalam ekonomi Islam tidak ada asas hanya memikirkan keuntungan diri sendiri. Kepentingan semua pihak selalu dipikirkan. Sehingga tidak ada pihak yang merasa terberatkan. Bank syariah banyak dikunjungi orang ketika krisis perekonomian, dimana bank konvensional mengalami kerulitan likuiditas.

Selasa, 03 Februari 2009

Komentar Terhadap Fluktuasi Harga BBM

Harga BBM bisa mempengaruhi harga lainya. Kenaikan harga BBM sebelumnya memicu kenaikan harga kebutuhan pokok, sehingga terpiculah inflasi. Pengumuman kenaikan harga BBM menimbulkan kenaikan di masyarakat. Masyarakat berbondong-bondong menuju SPBU untuk memenuhi tangki bahan bakar kendaraannya. Mereka memborong BBM yang harganya belum meningkat untuk menjaga daya belinya. Kepanikan tidak hanya sampai di sini. Para spekulan turut menimbun BBM sehingga terjadi kelangkaan di beberapa daerah. Sehingga beberapa SPBU tutup sementara karena bensin habis. Hal ini juga menyebabkan masyarakat harus mengantri panjang di SPBU lainya. Antrian SPBU akan berubah menjadi antrian pendek ketika masyarakat mulai terbiasa dengan harga BBM yang baru. Masyarakat akan membeli BBM sesuai dengan kebutuhanya.

Efek selanjutnya yang akan dirasakan masyarakat adalah kenaikan harga kebutuhan pokok. Kenaikan harga BBM memperbesar biaya distribusi, jika demikian produsen akan menaikan harga untuk menghindari kerugian. Pada masyarakat kelas atas kenaikan harga BBM akan mengurangi konsumsi mereka secara tidak signifikan. Namun, hal ini berbeda pada mesyarakat kelas bawahyang sangat rentan terhadap fluktuasi harga BBM. Konsumsi masyarakat kelas bawak akan terpengaruh secara signifikan oleh kenaikan harga BBM. Sehingga pemerintah melaksanakan BLT untuk masyarakat kelas bawah. Hal ini bertujuan menjaga agar konsumsi mereka tetap. Apabila konsumsi masyarakat kelas bawah tetap maka produsen dari barang yang mereka konsumsi juga akan terkena imbas BLT, yaitu permintaan tidak berkurang, sehingga penghasilan mereka tetap.

Pemerintah berencana menurunkan harga BBM, karena harga minyak mentah dunia turun. Supaya subsidi tetap dan daya beli masyarakat meningkat, pemerintah merencanakan skema penurunan harga BBM dari Rp. 6000 menjadi Rp. 5000. kebijakan ini dilaksanakan mulai 1 Desember untuk mempermudak perhitungan. Kebijakan ini baik untuk meningkatkan daya beli masyarakat dan meringankan beben masyarakat kecil. Namun hal ini akan membebani pemerintah apabila terjadi lonjakan harga minyak mentah dunia. Biarpun harga minyak sedang rendah sebaiknya pemerintah melaksanakan skenario untuk menanggulangi lonjakan harga minyak yang datang tak terduga.

Sebaiknya pemerintah jangan sering-sering melaksanakan kebijakan yang menyulitkan masyarakat. Pemerintah melaksanakan PNPM Mandiri untuk memperbaiki kehidupan masyarakat sesuai kebutuhanya. Pada tahap ini masyarakat dibutuhkan untuk mengelola dana pemerintah dan mengelola dirinya untuk kemajuan masyarakat sendiri. Peran pemerintah dibutuhkan untuk menjaga dan memperbaiki taraf hidup masyarakat, akan lebih berarti jika masyarakat berkontribuso sesuai kapasitasnya untuk menjaga dan memperbaiki taraf hidup masyarakat.